Sabtu, 26 Februari 2011
Rabu, 09 Februari 2011
DELAPAN CHE
FUNCE itulah kata yang paling tepat untuk mendiskripsikan temen temenku yang ada di delapan C. Semua temen temen ku fun di kelas maupun di mana saja. Selalu ceria walau kadang nyebelin. Kelas delapan che ini wali kelasnya adalah Bapak Ajar Widhitoro yang juga menjadi guru penjaskes kita. Sedangkan ketua kelas bernama Septiyan Nur Aziz,wakilnya Mahmuda Nur Komariyah. Tiap hari di delapan C tak pernah sepi. Selalu rame,apalagi kalau istirahat atau lagi kosong pelajarannya. Kebiasaan dari anak anak delapan C adalah memanggil nama temen lain dengan mana bapak atau ibu mereka. Kejadian ini sering terulang,sebagai korban dari temen temen aku mengucapkan terima kasih ya udah manggil dengan sebutan bapak+ibu saya. Hehehe,tapi walau begitu aku sangat senang bias menjadi salah satu anggota dari FUNCHE walau menyebalkan aku tetap sayang temen temenku semua. Harapanku semoga delapan C tetap nomer satu dan always nomer satu.
SEJARAH REOG PONOROGO
Pertunjukan reog di Ponorogo tahun 1920. Selain reog, terdapat pula penari kuda kepang dan bujangganong.
Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya. Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya .
Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
Misteri Hilangnya Suku Maya Terkuak
Suku bangsa Maya, merupakan salah satu suku paling terkenal sekaligus misterius di dunia. Mereka terkenal karena memiliki kebudayaan tinggi dan mewariskan bangunan-bangunan megah seperti house of the dove (rumah merpati) di kawasan mesoamerika. Suku ini juga dianggap misterius, karena hilang begitu saja dari panggung sejarah. Nggak ada jejaknya.
Sampai kini, para arkeolog terus berusaha menyingkap misteri bangsa ini. Berkat kegigihan, sepertinya misteri hilangnya suku ini mulai terungkap.
Menurut para peneliti dari Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, AS, seperti dikutip dari livescience, suku ini mungkin punah karena perubahan iklim. Kesimpulan ini didapat setelah mereka mengamati wilayah Amerika Tengah via satelit.
Program satelit yang mengamati kawasan itu dikenal sebagai SERVIR. Diluncurkan awal tahun 2005. Mulanya, satelit ini digunakan untuk menolong pemerintah menghalau kebakaran hutan, meningkatkan potensi lahan dan membantu memperbaiki kerusakan lingkungan. Kenyataannya, program satelit ini bukan cuma membantu dalam hal-hal tersebut saja, tapi juga menemukan jejak-jejak kuno Suku Maya. Jejak ini berkemungkinan besar wilayah pertanian masa lalu yang rusak berat.
Servir memberi informasi, bahwa perubahan iklim mungkin merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati yang dimiliki lingkungan Suku Maya.
Sebelumnya, ada banyak dugaan mengenai penyebab hilangnya Suku Maya. Ada yang bilang disbabkan oleh badai topan, kelebihan penduduk, wabah penyakit hingga pemberontakan petani. Namun, Arkeolog Nasa satu-satunya, Sever, menyebut bahwa kepunahan itu mungkin disebabkan oleh perubahan iklim.
Suku Maya mungkin saja mengeksploitasi lahan subur yang disebut bajos dan tergantung pada lahan ini. Buktinya, citra satelit memperlihatkan adanya demaga kuno, kanal-kanal pengairan dan ladang-ladang pertanian.
Ketika musim kering yang panjang melanda akibat perubahan iklim, lahan pertanian subur ini menjadi kerontang dan tak menghasilkan. Ini membawa kemunduran besar bagi Suku Maya sampai akhirnya mereka hilang dari sejarah.
Hobbyku
Hai…di blog ini aq akan menulis tentang hobiku,yaitu jalan jalan. Jalan jalan itu asyik banget lho. Apalagi kalau sama temen temen,asyik dech pokoknya. Manfaatnya juga banyak…banget . selain menghilangkan stress,memberi inspirasi, juga bisa memberi ketentraman. Ini manfaat jalan jalan lain bagi tubuh kita:
(1) Serangan Jantung.
Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih
menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons
penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki
tergopoh-gopoh.
(2). Stroke.
Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke
pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang.
(3). Berat badan stabil.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme
tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas
berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh
meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak
(4). Mencegah kencing manis.
Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam,
waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah
berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh
gemuk
(5). Mencegah osteoporosis.
Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja
otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis (7).
(6) Depresi.
Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu
pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa
menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin.
(7). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma).
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga
buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh
tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga
menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.
By: Alfin Sang Prima Ridiansya,tubuhsehat.blogdetik.com/.../manfaat-jalan-kaki-secara-rutin/
Read More />
(1) Serangan Jantung.
Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.
Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih
menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.
Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons
penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki
tergopoh-gopoh.
(2). Stroke.
Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke
pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang.
(3). Berat badan stabil.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme
tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas
berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh
meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak
(4). Mencegah kencing manis.
Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam,
waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah
berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh
gemuk
(5). Mencegah osteoporosis.
Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja
otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis (7).
(6) Depresi.
Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu
pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa
menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin.
(7). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma).
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga
buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh
tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga
menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.
By: Alfin Sang Prima Ridiansya,tubuhsehat.blogdetik.com/.../manfaat-jalan-kaki-secara-rutin/
Jumat, 28 Januari 2011
Apakah Vampir Itu Ada...?
Legenda tentang Vampir telah ada jauh dalam sejarah, walaupun sebenarnya banyak orang saat ini menganggapnya sebagai makhluk mitos. Kisah yang menggambarkan sosok vampir yang kejam dan haus darah telah banyak digambarkan di berbagai pementasan drama, media cetak, radio atau layar perak. Ketika dunia berubah, demikian juga mitos tentang vampire, banyak yang menganggap mahluk ini adalah dongeng buatan Holywood. Mitos tentang mahluk Vampir hampir dimiliki oleh banyak negara dengan cirinya masing-masing. Selama berabad-abad, Mitos Vampir menceritakan tentang makhluk yang mengalirkan darah dari korban-korban mereka dalam berbagai cara, tergantung pada wilayah di mana mitos berasal. Yunani Kuno memiliki Lamia dan Empusa, makhluk jahat yang bertubuh besar dengan tindakannya yang keji yang ditakuti oleh semua orang dan menjadi legenda di antara masyarakat Yunani kuno. India memiliki Vetalas, mayat-mayat hidup yang menghuni wilayah angker yang tergantung dengan posisi terbalik di pohon-pohon di sekitar makam dan tempat pembakaran mayat/kremasi. Lebih jauh lagi didataran asia China mempunyai mitos vampir yang berjalan meloncat dengan kedua tangannya mengarah ke depan, siap menggigit korban dan menghisap darahnya. Di Indonesia sendiri dikenal dengan Hantu Lampor, namun versi Indonesia ini hanya sering mengganggu orang atau memangsa ternak saja dan jarang sekali terdengar memangsa manusia, kecuali yang terdapat di film-film. Bagi anda yang belum mengenal Lampor, mayat hidup ini adalah makhluk yang mengambil bentuk wanita cantik, baik muda atau tua, dan diduga digunakan untuk melakukan praktek ilmu hitam oleh para supranatural jahat. Mitos tentang lampor dikatakan mahluk ini mampu melepaskan kepalanya, yang berkeliaran di sekitar pemukiman untuk mencari darah, terutama wanita hamil, mereka berkeliaran setelah matahari terbenam. Histeria masyarakat di Eropa pada awal abad ke-18 tentang mahluk vampir ini memberi jalan para penulis untuk membuat cerita tentang vampir. Dimulai dengan penerbitan Yohanes Polidori's "The Vampyre", dan karya klasik Bram Stoker's 1897 novel "Dracula". Itu adalah keberhasilan dari karya Bram Stoker yang menelurkan seluruh genre fiksi tentang vampir, sebuah genre akhirnya memasyarakat dan menjadi trend cerita-cerita tentang vampir. Sejak diperkenalkan kepada publik, khalayak di seluruh dunia, terutama ke masyarakat Inggris dan Amerika, cerita vampir hampir sepenuhnya didasarkan pada dongen layer kaca. Keberadaan vampir sendiri menurut legenda dimulai dari keberadaan mahluk Drakula. Drakula inilah cikal bakal atau bisa disebut sebagai Adamnya para vampir. Drakula yang selalu mematuhi semua perintah Tuhan berbalik menjadi memusuhi Tuhan setelah semua keluarganya hancur pada perang salib. Salah satu sumpahnya adalah ia akan banyak menumpahkan darah manusia dalam peperangan dan meminum darah lawan-lawannya sebagai wujud pengingkarannya terhadap Tuhan yang telah menciptakan manusia. Ada banyak versi cerita tentang drakula ini. Saat ini justru banyak orang membentuk komunitas "penggemar sejati" dari genre vampir mereka melakukan berbagai ritual dan terkadang juga mengikuti tradisi meminum darah, walaupun yang diminum adalah darah hewan ternak. Beberapa fakta bahwa vampir tidak tidak kuat dengan sinar matahari dan akan terbakar oleh sinar matahari, mereka takut terhadap bawang. Tapi siapa yang berani mengatakan bahwa vampir tidak ada? Bagaimanapun, ada yang beranggapan mereka adalah makhluk mitos, lalu bagaimana menjelaskan fenomena yang pernah terjadi beberapa tahun yang lampau sekitar tahun 1720 seorang wanita Marry Cestle ditemukan tewas dengan luka gigitan di leher, darah wanita itu habis di hisap sesuatu. Atau apakah ada yang percaya cerita Bill Amstrong yang mengaku menembak suatu mahluk bertubuh manusia namun juga berwujud kelelawar yang mencoba memangsa ternaknya pada tahun 1925. Mahluk tersebut kabur dengan meninggalkan suara teriakan yang sangat keras.
Jumat, 21 Januari 2011
Tips Membaca
TIPS MEMBACA:
1. Usahakan membaca ditempat yang nyaman dan pencahayaan yang cukup.
2. Jika membaca sebuah cerita jangan membaca endingnya kerena dapat mengurangi rasa keinginan tahu cerita tersebut.
3. Konsentrasi pada cerita jangan memikirkan hal yang lain.
4. Jangan membaca di tempat yang bising karena mengganggu konsentrasi.
By : Alfin Sang Prima Ridiansya
Read More />
1. Usahakan membaca ditempat yang nyaman dan pencahayaan yang cukup.
2. Jika membaca sebuah cerita jangan membaca endingnya kerena dapat mengurangi rasa keinginan tahu cerita tersebut.
3. Konsentrasi pada cerita jangan memikirkan hal yang lain.
4. Jangan membaca di tempat yang bising karena mengganggu konsentrasi.
By : Alfin Sang Prima Ridiansya
Langganan:
Postingan (Atom)






